Khotbah – Sebagai Utusan Allah (As Messenger of God)

ga081130

Pendahuluan

Ada banyak tokoh yang terlibat dalam peristiwa Natal yang satu ini. Kita bisa menyebut bahwa ada para gembala, ada para malaikat, ada Maria dan Yusuf, ada bayi Yesus, dan juga ada tokoh-tokoh lain yang mungkin tidak disebutkan. Salah satu tokoh penting dalam peristiwa ini adalah para malaikat. Bayangkan jikalau Tuhan tidak pernah mengutus para malaikat ini untuk menyampaikan berita Natal kepada para gembala, maka para gembala yang dianggap tidak berarti oleh masyarakat ini mungkin tidak pernah akan tahu tentang berita Natal.

Hal yang sangat penting untuk kita sadari adalah bahwa Allah tidak pernah menginginkan bahwa berita Natal ini hanya untuk kalangan sendiri saja, hanya untuk orang Kristen. Sekali lagi, Allah tidak pernah menginginkan bahwa berita Natal ini hanya untuk kalangan kita sendiri, hanya bagi mereka yang sudah tahu tentang arti Natal. Sayangnya, perayaan Natal pada zaman sekarang ini adalah cenderung hanya untuk kalangan kita sendiri. Perayaan Natal hanya berdampak untuk kita sendiri orang-orang Kristen. Kita berkata tentang sukacita Natal untuk semua orang, kebahagiaan Natal untuk semua bangsa, kedamaian Natal untuk dunia, hadiah Natal terbesar adalah bagi semua orang, tetapi sebenarnya semua ini hanya untuk kita sendiri saja, orang-orang Kristen. Apakah ini yang Allah inginkan dari Natal?

Ia ingin memberitakannya kepada lebih banyak orang.

Oleh karena itulah, maka Allah dahulu mengirimkan malaikat-malaikat kepada para gembala. Kalau dulu, Allah mengutus para malaikat kepada para gembala untuk menyampaikan berita Natal, maka apakah itu sudah cukup? Tidak, kalau Allah dahulu mengutus para malaikat, sekarang Allah ingin mengutus kita untuk menyampaikan tentang berita sukacita Natal ini kepada lebih banyak orang lagi. Mungkin juga Tuhan ingin mengutus kita kepada orang-orang zaman ini yang seringkali kita anggap tidak penting untuk tahu tentang berita Natal, seperti halnya para gembala pada zaman dulu – mereka tidak dianggap sebagai orang penting oleh masyarakat mereka, tetapi Allah ingin menyampaikan berita sukacita Natal tersebut kepada mereka.

Kalimat Peralihan

Lalu, apa artinya menjadi utusan Allah? Apa yang menjadi tugas kita? Dan yang penting jug adalah apa yang harus kita lakukan dan waspadai agar tugas kita itu berhasil dilaksanakan dengan baik? Mari kita belajar dari para malaikat dalam peristiwa Natal bagi para gembala ini.

Isi

1. Tugas tunggal seorang utusan (ay. 10)

Kata “malaikat” di dalam Alkitab, secara sederhananya dapat kita artikan sebagai “pembawa pesan, utusan”. Siapa itu malaikat? Mereka adalah pembawa pesan Allah atau utusan dari Allah. Kita semua adalah pembawa-pembawa pesan Allah, utusan-utusan Allah, sama seperti para malaikat ini. Apa tugas kita sebagai utusan Allah? Seperti para malaikat, tugas kita sebagai utusan Allah hanya ada satu (tunggal), tidak banyak. Sebagai seorang utusan, kita harus menyampaikan pesan dari Dia yang mengutus kita, yaitu Tuhan sendiri. Itulah pekerjaan seorang utusan, menyampaikan berita atau pesan kepada orang-orang. Secara sederhananya, tugas kita sebagai seorang utusan Allah adalah menyampaikan berita kabar baik, berita Injil kepada semakin lebih banyak orang lagi.

Lalu kita harus memberitakan kepada siapa? Tuhan tidak mengutus semua dari kita untuk pergi menjadi utusan-Nya ke Afrika, atau ke China. Yang jelas adalah Tuhan pasti mengutus kita untuk menyampaikan kabar baik ini kepada orang-orang yang ada di sekitar kita. Mungkin bagian keluarga kita yang belum percaya kepada Kristus, mungkin tetangga kita, atau rekan-rekan kerja dan bisnis kita. Mulailah dari orang-orang yang ada di sekitar kita.

Yang perlu kita tetap ingat adalah tidak boleh ada pesan lain yang boleh kita sampaikan, tidak boleh ada motivasi sampingan tatkala kita menyampaikan kabar baik ini kepada mereka. Yang boleh kita sampaikan sebagai utusan Allah adalah pesan atau berita yang Tuhan sudah tetapkan untuk kita sampaikan, yaitu berita Injil. Tidak boleh ada motivasi kemudahan kontrak bisnis, atau penerimaan di dalam keluarga. Bahkan seringkali yang kita terima tatkala kita mulai memberitakan Injil kepada mereka adalah hal-hal yang sebaliknya, penolakan dan kesulitan-kesulitan. Tetapi kita adalah pembawa-pembawa pesan Allah, dan tugas kita adalah harus menyampaikan pesan dari Allah ini kepada mereka, berita sukacita Natal itu yang adalah berita sukacita Injil bagi semua bangsa.

2. Kehidupan seorang utusan: menaikkan puji-pujian (ay. 13-14)

Kehidupan seorang utusan Allah adalah hidup yang menaikkan pujian bagi Allah dan memuliakan Allah. Bukan cuma hanya dalam ayat 13-14 ini kita dapat menemukan ayat yang mengkaitkan antara malaikat dengan puji-pujian dan sikap memuliakan dan menyembah Allah. Ada kaitan yang sangat nyata antara malaikat dan puji-pujian bagi Allah.

Demikianlah juga seharusnya kita. Dalam hidup kita sebagai utusan Allah, kita seharusnya selalu membawa puji-pujian bagi Allah dan mengarahkan orang lain untuk menaikkan pujian bagi Allah, sebagaimana yang dilakukan oleh para malaikat. Tetapi, jika kita mau jujur kepada Allah dan kepada diri kita sendiri? Apakah kita sudah menjadi seperti itu? Apakah kehidupan kita sehari-harinya senantiasa membawa puji-pujian bagi Allah? Ataukah kehidupan kita justru membuat orang-orang yang tidak percaya kepada Allah menjadi semakin tidak mau mengenal Allah orang Kristen? Apakah kita seperti Paulus, yang telah dipakai Allah menjadi seperti bau harum di tengah-tengah dunia yang membawa pujian kepada Allah ataukah kita malah menjadi bau busuk di tengah-tengah dunia yang membawa celaan bagi Allah kita?

3. Keberhasilan seorang utusan: berita yang selaras dengan fakta (ay. 20)

Kapankah seorang utusan dianggal berhasil, sukses dalam melaksanakan tugasnya? Yaitu, disaat berita yang ia sampaikan kepada orang-orang lain tersebut diterima dan dipercaya. Dan bukan saja itu berita itu diterima dan dipercaya, tetapi karena kita membawa berita Injil maka berita itu juga akan mengubahkan kehidupan mereka. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Yaitu disaat orang-orang yang mendengarkan pesan atau berita tersebut mendapati seperti para gembala dalam ayat 20, “semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka”.

Penutup

Ada sebuah kisah nyata tentang Mahatma Gandhi… Mahatmi Gandhi adalah seorang tokoh perdamaian dari India yang sangat terkenal di seluruh dunia. Ia mengajarkan perjuangan tanpa menggunakan kekerasan. Ia terkenal sebagai seorang yang sangat baik, seorang yang “dianggap layak masuk surga.”

Dikisahkan, pada saat Mahatma Gandhi di Afrika Selatan beliau mempelajari kristianiti dan sampai pada kesimpulan bahwa kasih yang diajarkan agama Kristen adalah jawaban bagi permasalahan di India yang terpecah belah dan terjajah. Pada hari Minggu beliau memutuskan pergi ke gereja. Namun di depan pintu seorang kulit putih menghadang dan berkata, “Kalau mau ke gereja kamu masuk ke gereja di seberang jalan yang diperuntukan bagi kaum kulit hitam dan berwarna. Gereja ini khusus untuk kulit putih.” Mahatma Gandhi meninggalkan orang tersebut dan tidak pernah ke gereja lagi.

Bukan satu-satunya kejadian seperti ini terjadi terhadap kekristenan. Lalu bagaimana dengan kehidupan kita sendiri sebagai utusan Allah? Apakah telah menyebabkan orang-orang di sekitar kita menjadi seperti Mahatma Gandhi? Telah berapa banyak orang yang tertarik kepada kekristenan, kepada Tuhan Yesus, malah kemudian menjadi tidak tertarik lagi karena dikecewakan oleh seorang kristen (= seorang utusan Allah)? Marilah kita menjadi utusan Allah yang menjadi berkat.

About these ads

Tag: , , ,

2 Tanggapan to “Khotbah – Sebagai Utusan Allah (As Messenger of God)”

  1. Erik Says:

    Wah, bagus naskah khotbahnya!
    Saya jadi terinspirasi untuk membuat naskah khotbah semacam ini.
    Terima kasih infonya ya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: