Khotbah – Bersama Tuhan, Engkau Bisa

walking-with-god2

Pendahuluan
Banyak orang mengilustrasikan kehidupan manusia itu seperti perjalanan berlayar dengan sebuah kapal. Ada waktunya pada waktu kita berlayar, angin begitu tenang, hidup bisa begitu dinikmati dengan penuh senyuman. (gambar – memancing sambil berlayar).
– Tetapi ada waktunya juga di mana badai terjadi (gambar – kapal dalam badai), perjalanan menjadi begitu susah bahkan mengancam nyawa, seperti salah satu pengalaman mengerikan dalam badai berikut ini:

“Tetapi tidak berapa lama kemudian turunlah dari arah pulau itu angin badai, yang disebut angin “Timur Laut”. Kapal itu dilandanya dan tidak tahan menghadapi angin haluan. Karena itu kami menyerah saja dan membiarkan kapal kami terombang-ambing… . Karena kami sangat hebat diombang-ambingkan angin badai, maka pada keesokan harinya mereka mulai membuang muatan kapal ke laut. Dan pada hari yang ketiga mereka membuang alat-alat kapal dengan tangan mereka sendiri. Setelah beberapa hari lamanya baik matahari maupun bintang-bintang tidak kelihatan, dan angin badai yang dahsyat terus-menerus mengancam kami, akhirnya putuslah segala harapan kami untuk dapat menyelamatkan diri kami.” (Kisah Para Rasul 27:14-15; 18-20).

Demikian juga dengan hidup manusia, ada waktunya begitu tenang, damai, tanpa kesulitan, hidup begitu nikmat. Tetapi, ada waktunya hidup mengalami badai permasalahan, mungkin keuangan, mungkin masalah keluarga, mungkin masalah kesehatan….
Saat ini hidup kita terasa begitu sulit, dan beberapa orang kuatir akan bertambah sulit secara ekonomi dengan naiknya harga BBM.
Banyak orang bertanya-tanya, apakah hidup kita akan baik2 saja? Masih mampu kah kita bertahan hidup di zaman yang serba sulit ini? 

Kalimat Peralihan
Firman Tuhan juga beberapa kali memakai ilustrasi perjalanan hidup manusia seperti sebuah kapal. Kalau begitu, apakah yang dibutuhkan oleh sebuah kapal agar ia bisa bertahan menghadapi badai dan mencapai tujuan dengan selamat? Mari kita melihat Ibrani 6:19.

Isi
Ada 2 hal penting yang dibutuhkan oleh sebuah kapal agar ia bisa mencapai tujuan dengan selamat dan bertahan menghadapi badai.

1. Pentingnya “Kemudi”
(Drama – bagian 1: kapal paling mewah sekalipun, tidak berguna kalau tidak memiliki jangkar).

Kemudi berfungsi untuk mengarahkan kita kepada tujuan.
Hanya ada tujuan utama dalam hidup, surga atau neraka. Lalu, apakah kemudi kita? Yaitu melakukan firman Tuhan. Setiap kali kita melakukan apa yang Tuhan mau, kita sedang berbelok ke arah surga. Dan setiap kali kita melakukan apa yang Tuhan benci, kita berbelok ke arah neraka.

Bagaimana kita bisa melakukan apa yang Tuhan mau, jika kita tidak pernah membaca firman-Nya untuk mengetahui apa yang Tuhan mau? Bagaimana kita bisa menghindari apa yang Tuhan benci, jika kita tidak pernah membaca firman-Nya untuk mengetahui apa yang Tuhan benci? Oleh karena itulah, penting untuk membaca firman Tuhan setiap hari. Agar kita mengemudikan hidup kita, ke arah yang menyenangkan Tuhan, dan agar kita bisa mengemudikan hidup kita menghindari apa yang Tuhan benci.

Teapi, PERTAMA-TAMA, Kemudi ini hanya akan berfungsi dengan benar, kalau kita sudah percaya Tuhan Yesus dan dilahirkan baru. Kita hanya akan mampu untuk melakukan perintah Tuhan, kalau kita sudah percaya kepada Tuhan Yesus, menerima Dia sebagai Juru selamat kita pribadi, dan dilahirkan baru.

Surga itu nanti, kalau saya sudah meninggal atau kalau Tuhan Yesus sudah datang kedua kali. Apa hubungannya kemudi ini (membaca firman Tuhan dan melakukannya) dengan kemampuan saya untuk bertahan bahkan berkembang (sukses) dalam hidup yang semakin sulit ini???
Firman Tuhan mengajarkan kepada kita bahwa selalu ada dua sisi dari perintah Tuhan. Melakukan firman Tuhan memberikan berkat kepada kita, dan tidak melakukan firman Tuhan memberikan dampak negatif kepada kita.

2. Pentingnya “Jangkar/sauh”
(Drama – bagian 2: pentingnya sauh ketika angin dan badai datang).

Jangkar atau sauh, mempunyai satu fungsi penting, untuk membuat kapal tetap berada di posisinya, tanpa beranjak; meskipun diterjang badai sekalipun. Sebuah kapal yang tidak memiliki jangkar, akan dengan mudah terombang-ambing ke sana kemari, tanpa jelas tujuannya, bahkan bisa membawa kepada bahaya kematian.

Demikian juga dengan hidup kita. Kita memerlukan sebuah sauh bagi jiwa kita, yang kuat dan aman. Apakah sauh kita? Sauh itu adalah pengharapan kita, dan sauh itu harus diikat dengan tali iman kita. Itu akan menjaga kita tetap utuh dan aman.

Berharaplah kepada Tuhan, percaya bahwa “Tuhan itu baik dan akan selalu baik”. Yakini dengan iman bahwa Tuhan akan menepati janji-janji-Nya. Entah apapun masalahmu: keluarga, kesehatan, ekonomi, Bersama Tuhan, engkau akan bisa mengatasi itu semua.

Sesungguhnya sudahkah kita selama ini benar-benar berharap kepada Tuhan dan benar-benar percaya bahwa Tuhan bisa membuat perbedaan, bahwa Tuhan bisa memberikan pertolongan? Mari kita membaca ayat-ayat berikut ini bersama-sama.

Tuhan berkata kepada kita dalam firman-Nya:
Filipi 4:13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Amsal 10:3
TUHAN tidak membiarkan orang benar menderita kelaparan, tetapi keinginan orang fasik ditolak-Nya.

I Korintus 10:13
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Pemazmur memberikan kesaksian:
Mazmur 37:25 – Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;

Percayalah kepada Tuhan, andalkan Tuhan, berharaplah kepada Tuhan, maka kita akan baik-baik saja di tengah segala kesulitan apapun.
Seringkali tatkala kita mengandalkan orang lain untuk sebuah tugas, kita bisa kecewa karena ia gagal, ia lalai, atau ia ingkar janji. Tetapi, kalau Tuhan yang kita andalkan, kalau Tuhan yang kita percayai, kita tidak akan kecewa. Karena Tuhan tidak bisa gagal, Tuhan tidak bisa lalai, dan Tuhan tidak bisa ingkar.

{Ilustrasi tambahan: Debbie makan ayammu.}

Penutup
Jika anda bertanya, bagaimanakah saya bisa bertahan dalam keadaan yang serba sulit ini? Firman Tuhan hari ini memberikan kekuatan kepada kita. Engkau berusaha sendiri, akan dapat gagal. Tetapi dengan Tuhan, bersama Tuhan, Engkau bisa mengatasi keadaan.

Milikilah kemudi yang terarah baik, lakukan firman Tuhan. Itu akan mengarahkan kita kepada berkat-berkat Tuhan, dan kepada tujuan akhir yang paling indah, yaitu surga. Dan tatkala badai datang, milikilah sauh bagi jiwa. Terus berharap kepada Tuhan, dengan iman yang tulus, bahwa Tuhan akan selalu memberikan yang terbaik bagi kita anak-anak-Nya. Mari kita katakan bersama-sama, “Bersama Tuhan, saya bisa.” Katakan kepada sesamamu “Bersama Tuhan, engkau bisa”.

Power point khotbah ini, silahkan download

About these ads

Tag: , , ,

5 Tanggapan to “Khotbah – Bersama Tuhan, Engkau Bisa”

  1. Eddy Says:

    Haleluya, luar biasa….

  2. kornelius kris kasijanto Says:

    Ilustrasi Khotbah ini,bila dituangkan dalam tampilan Power Point
    pasti menarik/diminati/diperhatikan bagi pendengar/Jemaat
    semoga ada realisasi.
    Kornelius Kris Kasijanto. GBU

  3. Pdt. Darius Rogerius,S.Th Says:

    Belum dapat diakses

  4. sonya.tuerah Says:

    indah sekali khotbahnya,sayang sekali tidak bisa diambil power poinnya

  5. yessy Says:

    bgus…tp knp ngk bisa d ambil power pointnya

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: