Saat Teduh: Apa dan Bagaimana?

pray03

A. Apa itu Sa-Te?
Saat teduh adalah saat di mana kita benar-benar menyediakan waktu secara khusus dan fokus untuk berkomunikasi dengan Allah, melalui perenungan firman Tuhan dan doa Saat teduh adalah saat di mana kita benar-benar datang kepada Tuhan dan berkata secara bertanggungjawab, “Inilah aku Tuhan. Saya siap untuk mendengarkan Engkau berbicara kepada anakmu ini.”

Mengapa saya mengatakan bahwa saat teduh adalah waktu secara khusus dan fokus?

Pertama, kita harus benar-benar menyediakan waktu secara khusus untuk bersaat teduh. Kita bukannya menyelipkan waktu untuk bersaat teduh: saat kita sedang tidak ada pekerjaan pada pukul 2 siang di rumah atau di kantor, saat kita masih memiliki sedikit waktu atau masih sempat untuk bersaat teduh karena hari ini tidak bangun kesiangan – jika tidak sempat ya sudah, berarti “pass” untuk hari ini, atau jika pada malam hari kita sedang merasa tidak terlalu lelah dan tidak ada film yang bagus untuk ditonton di TV. TIDAK!!!! Kita harus berdisiplin. Kita harus telah secara khusus menyediakan waktu untuk saat teduh. Dan tidak boleh ada badai apapun yang boleh menghalangi kita untuk tetap setia pada janji akan waktu untuk bersaat teduh. Bahkan, ada satu ungkapan yang mengatakan “no bible, no breakfast”. Wow… ! Jika memang harus begitu, berapa banyak dari kita yang akan celaka karena kelaparan yach.

Kedua, kita harus fokus. Kita harus meletakkan semua permasalahan kita, semua keluh kesah kita, semua keberatan kita dalam doa sebelum kita memulai untuk bersaat teduh. Menjadi seperti Maria, yang duduk diam di kaki Yesus. Jika kita masih berpikir untuk harus menelpon si A nanti pagi ini, atau harus memasak air untuk mandi pagi ini, atau masih memikirkan tentang daftar tugas-tugas yang harus diselesaikan hari ini, berarti kita belum terfokus.

Mulailah dengan doa. Letakkan semua kelemahan kita di hadapan-Nya. Katakan dengan jujur keadaan kita hari ini pada Dia yang setia, yang mengerti isi hatimu yang terdalam. Beritahu Dia bahwa pagi ini kita bangun dengan kepala yang sakit, leher yang kaku, atau hal lainnya. Mintalah Dia untuk membimbing kita pada renungan hari ini, mintalah iluminasi (=penerangan) Roh Kudus agar kita dapat mengerti secara jelas firman Tuhan hari ini, mintalah agar kita memiliki hati yang mau mendengar dan juga taat kepada firman Tuhan.

B. Mengapa Bersaat Teduh?
Sebagai seorang manusia, secara fisik kita membutuhkan makanan setiap harinya untuk bertahan hidup. Tanpa makanan, kita akan kekurangan kalori yang memberikan kita energi untuk melaksanakan aktivitas kita. Demikian juga halnya dengan saat teduh. Saat teduh adalah makanan rohani kita. Jiwa kita membutuhkannya untuk terus bertahan hidup.
Setiap hari kita diserang oleh berbagai macam masalah. Kita seringkali kehilangan keseimbangan karenanya. Kita bingung bagaimana menentukan pilihan. Pilihan mana yang benar dan mana yang salah? Apa standarnya sesuatu dapat dikatakan benar atau salah? Keseimbangan itu hanya dapat kita terima kembali melalui saat teduh bersama Allah. Sebab Allah adalah standar dari kebenaran. Dia adalah kebenaran itu sendiri.

Membaca dan merenungkan firman Tuhan akan mengajar kita, menyatakan kepada kita apabila kita salah, akan memperbaiki kelakuan kita, dan akan terus mendidik kita dalam kebenaran (2 Tim 3:16). Membaca dan merenungkan firman Allah dalam saat teduh membuat kita dapat semakin mengenal Allah. Dengan membaca firman Tuhan, kita akan mengetahui apa yang Allah sukai, apa yang menyenangkan hati-Nya, dan apa yang tidak Dia sukai. Dan itulah yang menjadi intinya. Apapun yang harus kita lakukan dalam menjalani hidup ini, kita harus hidup sesuai dengan kehendak Allah, dengan cara hidup yang menyenangkan hati Allah. Dengan pengetahuan inilah kita dapat menemukan keseimbangan kita kembali. Kita menjadi tahu keputusan seperti apa yang harus kita ambil ketika badai hidup menerpa hidup kita, yaitu keputusan yang menyenangkan hati Tuhan, yang sesuai dengan firman Tuhan.

C. Bagaimana Caranya ?
Bagaimana caranya bersaat teduh? Langkah-langkah apa yang harus kita lakukan untuk mulai bersaat teduh? Formatnya bagaimana? Banyak sekali tuntunan-tuntunan akan hal ini. Bahkan kita bisa menemukannya dalam selipan yang biasanya terdapat dalam Alkitab LAI (kertas berwarna putih tipis???). Atau banyak juga terdapat dalam buku-buku saat teduh seperti renungan harian, manna sorgawi, rajawali, dan sebagainya. Kali ini, saya akan menjelaskan kembali langkah-langkah itu yang mungkin anda semua kira sudah mengetahuinya, tetapi ternyata anda kemungkinan besar belum benar-benar mengetahuinya. Atau memang anda sudah mengetahuinya.

1. Berdoa
Mulailah dengan berdoa. Ini sangat penting. Anda bukan sedang mau membaca novel atau komik. Anda sedang mau membaca firman Allah. Pikiran kita tidak akan mampu mengerti kebenaran firman Allah tanpa pertolongan Allah. Mintalah agar menerangi hati kita sehingga kita dapat mengerti kebenaran firman Tuhan dan pesan apa yang Tuhan ingin kita tangkap atau perhatikan dari saat teduh hari ini. Allah ingin berbicara kepada kita. Kita minta kepada Dia agar Dia menyiapkan hati kita, membuka hati dan pikiran kita untuk kebenaran firman Allah yang akan Dia sampaikan.
Dalam doa pembukaan ini, kita juga akan bersikap jujur kepada Allah. Kita nyatakan kepada Dia seluruhnya. Apa keberatan-keberatan hati kita saat ini? Apa yang mengganggu pikiran kita saat ini? Kita ceritakan kepada Dia apabila kita sedang sakit, sedih, atau mungkin bergembira. Kita ceritakan kepada Dia kalau kita kurang tidur dan sangat mengantuk saat ini. Lalu kita letakkan semuanya di hadapan Allah. Kita fokuskan pikiran dan hati kita untuk mendengar suara Allah pada saat ini. Minta biarlah Allah sendiri yang memampukan kita untuk mendengar apa yang harus kita dengar, mengerti apa yang harus kita mengerti, dan merenungkan apa yang harus kita renungkan. Sikap jujur di hadapan Allah seperti yang di miliki raja Daud ini, seringkali kita abaikan bahkan kita lupakan. Ini adalah hal yang sangat penting. Kita perlu untuk menyerahkan kepada Tuhan seluruh aspek kehidupan kita. Kita harus mempercayakan kepada Tuhan seluruhnya.

2. Tentukan Bagian Alkitab Mana Yang Akan Kita Baca Hari Ini
Akan sangat membantu bila anda telah memiliki daftar bacaan Alkitab setahun atau bahkan buku panduan untuk saat teduh seperti renungan harian, rajawali, dan lain sebagainya. Bila anda telah memiliki bahan-bahan seperti itu, maka anda mungkin dapat melewatkan saja bagian yang satu ini.
Tetapi, bila anda belum memilikinya, anda dapat menentukan sendiri bagian Alkitab mana yang akan anda baca setiap harinya. Usahakanlah membaca kitab per kitab. Jangan membaca acak atau bahkan dengan cara membuka Alkitab lalu menunjuk bagian dari Alkitab yang dibuka dengan mata tertutup (Kita bukan sedang bermain sulap di sini). Mulailah dengan membaca kitab-kitab dalam PB terlebih dahulu karena akan lebih mudah untuk dimengerti. Bacalah mulai dari kitab Matius sampai dengan kitab Wahyu, setelah itu baru dilanjutkan dengan membaca kitab-kitab PL.
Tentukan juga berapa banyak yang akan anda baca dalam 1 hari. Apakah satu perikop, satu pasal, atau beberapa pasal sekaligus. Saya secara pribadi menyarankan anda cukup satu perikop atau satu pasal saja sehari. Yang penting bukanlah berapa banyak yang anda telah baca setiap harinya melainkan berapa banyak dari bagian firman Tuhan tersebut yang telah anda baca hari ini, yang dapat anda pahami isinya, yang telah menyadarkan anda tentang Allah dan diri anda sendiri, yang semakin membuat anda mengenal Allah secara lebih mendalam setiap harinya, yang berbicara secara pribadi kepada anda. Selalu sediakan waktu untuk lebih banyak merenungkan daripada membaca bahan Alkitabnya.

3. Bacalah Bahan Alkitab anda secara perlahan-lahan dan lebih dari satu kali
Setelah anda menentukan bagian Alkitab mana yang akan anda baca, bacalah bagian Alkitab itu secara perlahan-lahan dan lebih dari satu kali. Biarkan Roh Kudus menunjukkan kepada anda bagian mana, ayat mana, kata mana yang perlu untuk perhatikan secara lebih hati-hati. Bila anda telah menemukan bagian itu dengan dorongan Roh Kudus, bacalah bagian itu sekali lagi.
Bila anda tidak memahami suatu bagian, sangatlah penting untuk mencari bantuan dengan bertanya kepada rohaniawan di gereja anda. Memang ada bagian-bagian di dalam Alkitab sulit untuk kita mengerti. Jangan takut, untuk masalah ini Tuhan sudah menyediakan untuk kita, para kaum rohaniawan yang memang mempelajari secara khusus Alkitab. Bertanyalah kepada mereka, kaum rohaniawan di gereja anda, mereka akan sangat senang sekali membantu untuk memahami bagian firman Tuhan yang memusingkan anda itu.

4. Renungkanlah
Renungkanlah. Tanyakan kenapa bagian ini sangat menarik bagi anda. Sambil terus berdoa, cari tahu apa yang Tuhan ingin sampaikan kepada saudara secara pribadi. Apa yang ingin Tuhan tunjukkan kepada anda melalui perenungan bagian itu. Dalam bentuk apapun itu; baik teguran, dorongan, atau pengungkapan kehendak Allah, jangan terlalu cepat berhenti. Renungkanlah bagian itu secara berhati-hati. Teruslah berdoa agar apa yang anda dapatkan benar-benar berasal dari Allah, bukan berasal dari ego kita, keberdosaan kita, kepintaran kita, tetapi Allah yang berbicara kepada kita. Sediakanlah waktu yang lebih banyak untuk merenungkan firman Tuhan.

5. Ambil Suatu Keputusan
Bagian ini merupakan bagian yang sangat penting, namun seringkali terlupakan. Membaca Alkitab itu baik. Merenungkannya itu lebih baik lagi. Tetapi yang lebih baik lagi daripada hanya membaca dan merenungkan firman Tuhan adalah melakukannya. Pemazmur tidak hanya berkata bahwa Firman Tuhan itu ku renungkan siang dan malam (Maz 1:2), tetapi dia juga berkata bahwa dia melakukannya (119:112). Dan Tuhan Yesus juga berkata bahwa yang berbahagia adalah orang yang mendengarkan firman dan memeliharanya (Luk 11:28).
Setelah merenungkan bagian firman Tuhan tersebut, ambillah suatu keputusan untuk melakukannya. Sebutkan atau tuliskan satu hal spesifik yang ingin anda lakukan mulai hari ini sebagai tanda bahwa anda melakukan firman Tuhan yang telah anda baca dan renungkan pada hari ini.

6. Berdoalah Kembali
Setelah selesai, berdoalah kembali untuk menutup saat teduh anda. Mintalah kepada Tuhan agar Dia memberikan kepada anda kepekaan untuk mendengar suara Tuhan sepanjang hari ini, bukan hanya pada saat teduh ini saja. Nyatakan juga keputusan yang telah anda ambil dalam saat teduh hari ini dan mintalah kekuatan dari Allah sendiri untuk melakukan kehendak-Nya.

Inti daripada melakukan saat teduh adalah melakukan komunikasi yang akrab dengan Tuhan melalui pembacaan firman dan berdoa. Sediakanlah waktu yang banyak untuk mensharingkan apa yang menjadi keberatan-keberatan hati anda hari ini, ganjalan-ganjalan, sukacita, kesedihan, harapan-harapan, dan impian-impian anda. Laksanakan saat teduh bukan secara formal sehingga menjadi suatu formalitas belaka. Bersaat teduhlah secara nyaman, tenang dan akrab dengan Tuhan. Tuhan juga adalah Sahabat kita. Jadi perlakukan Dia seperti kita memperlakukan seorang sahabat. Kita menghormati Dia, menghargai Dia, dan tetap menjalin keakraban dengan Dia. Dan yang terpenting adalah kita jujur kepada-Nya.
Tanpa sikap hati seperti ini, kita hanya akan mendapatkan sedikit sekali dari pembacaan dan perenungan firman Tuhan. Kita sangat-sangat perlu untuk membuka hati kita sepenuhnya untuk Tuhan, bersikaplah jujur kepada-Nya dan bukannya memasang tampang yang selalu rohani di hadapan-Nya. Jika kita melaksanakan saat teduh seperti ini, mengadakan suatu perbincangan atau mengobrol dengan Tuhan, saat teduh kita setiap harinya tidak akan pernah menjadi sama dan monoton. Dan inilah yang Tuhan mau dari kita yaitu kita mengundang Dia secara pribadi untuk menjadi bagian dari hidup kita, menjadi Sahabat kita yang terdekat. Dia ingin kita memiliki hubungan yang sangat intim dan erat dengan Dia.

D. Waktu Bersaat Teduh yang Tepat ???
Jadi, kapan waktu yang tepat untuk bersaat teduh? Apakah mutlak harus dilaksanakan pada pagi hari? Mengapa tidak boleh pada siang hari dan malam hari? Pertanyaan ini seringkali diajukan oleh orang-orang yang sangat bermasalah dengan pagi hari. Ada sebagian orang yang memang merasa sangat fit di pagi hati, namun ada juga sebagian orang yang justru merasa seperti dalam peperangan di pagi hari seperti merasa sakit kepala, sakit punggung, terlalu lelah, atau lainnya. Ada juga yang memang malas bangun pagi.
Sebenarnya, memang waktu bersaat teduh yang paling baik memanglah di pagi hari. Namun, tidak mutlak dilakukan di pagi hari. Kita memang tidak dapat memaksakan orang-orang yang merasakan sakit kepala yang parah di pagi hari untuk bersaat teduh (Tetapi kita harus memaksa orang-orang yang alasannya adalah malas bangun pagi ^.^). Tetapi memang keunggulan dari waktu pagi hari adalah kita memiliki waktu sepanjang hari untuk melaksanakan firman Tuhan yang kita renungkan pada pagi tadi. Bila kita melaksanakannya pada pagi hari, kita akan memiliki kesadaran bahwa Allah menyertai kita sepanjang hari ini. Teguran atau dorongan semangat yang kita alami pada saat teduh pagi tadi akan menguasai kita sepanjang hari itu.
Yang terpenting adalah kita selalu menyediakan waktu untuk menyendiri bersama Tuhan, bersaat teduh*, kapanpun kita memerlukannya. Bagaimana caranya? Bagi saya saat teduh bisa kita ciptakan kapanpun kita mau. Jadi dalam sehari, bukan cuma 1x saat teduh, tetapi lebih dari itu. Di luar saat teduh yang 1x itu, kapanpun ketika kita sedang sedih, sedang bingung, dan ingin menanyakan sesuatu kepada Tuhan, kita juga perlu untuk bersaat teduh*. Bila memungkinkan, kita dapat pergi ke suatu tempat untuk menenangkan diri (misal: bisa kamar, lapangan luas, atau atap rumah???) dan mencurahkan seluruh isi hati kita kepada Tuhan, baik perasaan bahagia maupun sedih – kapanpun itu. Ini juga bersaat teduh. Kita menjalin hubungan yang akrab dengan Tuhan – inilah arti dari bersaat teduh.
Atau kita hanya perlu bicara dalam hati kepada Tuhan. Ia selalu bisa mendengar kita. Itu pasti. Bila kita sedang gembira dan mau bersyukur, kapanpun itu (ketika sedang bekerja, sedang kuliah atau sekolah, sedang santai-santai) kita selalu dapat berkata kepada Tuhan dalam hati, “Tuhan, aku bersyukur kepadamu atas hal ini. Terima kasih.” Bila kita sedang merasa sedih, kita selalu dapat berkata kepada Tuhan dalam hati kita – kapanpun itu, “Tuhan, aku sangat sedih. Tolonglah aku untuk mengerti.”
Intinya adalah Tuhan itu begitu luar biasa dan besarnya. Sementara kita manusia itu begitu terbatas dan kecilnya. Jangan pernah membalikkan hal ini. Jangan pernah membatasi Tuhan dengan cara pikir manusia yang terbatas itu. Atau, kita akan banyak sekali rugi bila kita seringkali membatasi Tuhan. Memang, ironisnya, kita seringkali membatasi Tuhan. Pikirkanlah apa yang firman Tuhan katakan dalam Roma 11:33-36. Kebanyakan dari kita telah membuat kehidupan kerohanian kita hanya seperti lampu yang dapat di on dan di off. Yach benar, kehidupan kerohanian kita sepertinya memiliki saklar yang dapat di on dan di off – seperti layaknya sebuah lampu saja. Saat kita sedang bersaat teduh di pagi hari, yak kita pencet saklar kehidupan kerohanian kita dan itu artinya kehidupan kerohanian kita dalam keadaan aktif atau on. Tetapi setelah itu, setelah bersaat teduh kita pencet lagi saklar kehidupan kerohanian kita dan hasilnya sepanjang hari kehidupan kerohanian kita dalam keadaan off. No, kita tidak menjalin keakraban dengan Tuhan, berbincang-bincang dengan Tuhan sepanjang hari kecuali pagi harinya saat kita sedang bersaat teduh. Bahkan saat teduh kita seringkali kita isi dengan hanya membaca Alkitab tanpa merenungkannya. Kita tidak bersaat teduh. Kita tidak menjalin hubungan yang akrab dengan Tuhan. Kita hanya membaca Alkitab. This is a totally wrong understanding (Ini adalah pengertian yang salah total). Dengan cara seperti ini, kita telah membatasi Tuhan. Kita telah membatasi adanya kehadiran Tuhan dalam hidup kita dengan waktu yang kita sisihkan untuk bersaat teduh. Hanya saat kita sedang bersaat teduh saja. Sadarlah bahwa Tuhan itu Mahahadir. Dia selalu ada untuk kita. Dan Dia sangat rindu untuk menjalin hubungan yang akrab dengan Dia sepanjang hari.
Dalam langkah kehidupan anda setiap harinya, Tuhan dapat memakai apapun untuk berbicara kepada anda. Tuhan dapat berbicara melalui buku yang sedang anda baca, melalui film yang sedang anda tonton, melalui alam dan lingkungan di sekitar anda, dan yang pasti melalui perenungan firman Tuhan yang anda lakukan. Ketika anda belum menemukan suatu jawaban yang sedang anda cari, jangan menutup hati anda. Tetaplah menunggu di hadapan Tuhan, jalanilah kehidupan anda dengan terus membuka hati anda untuk suara Tuhan. Saat Tuhan sedang memberikan jawaban kepada anda, sedang memperdengarkan suara-Nya kepada anda, anda akan menyadarinya, anda akan dapat mendengarkan suara-Nya melalui media apapun itu. Asalkan anda tetap setia kepada saat teduh anda, tidak meninggalkan Tuhan, dan tetap menjalin hubungan yang akrab dengan Tuhan, anda akan memiliki kepekaan yang untuk mendengarkan suara Tuhan.
Tetapi, ingatlah bahwa semua ini adalah satu paket. Saat teduh di pagi hari, merenungkan firman Tuhan adalah mutlak wajib hukumnya untuk dilakukan. Dari merenungkan firman Tuhan lah kita mengenal Allah kita, kita juga mendengar Dia berbicara kepada kita melalui Alkitab. Bagaimana kita dapat menjalin hubungan yang akrab, erat dengan Tuhan tanpa kita mengenal Dia. Jadi, merenungkan firman Tuhan dalam saat teduh kita adalah wajib dilakukan agar kita dapat semakin mengenal Dia dari hari ke hari. Jadi, jangan harap saat teduh* dapat kita laksanakan tanpa bersaat teduh untuk merenungkan firman Tuhan. Untuk memiliki kehidupan kerohanian yang hidup dan sehat, kita perlu untuk mengenal Allah kita melalui pembacaan dan perenungan firman Tuhan setiap harinya.

E. Berapa Lama Waktu yang Kita Perlukan ???
Sebenarnya tidak ada batasan waktu khusus yang dapat kita tetapkan dalam melakukan saat teduh bersama Allah. Waktu yang kita perlukan untuk bersaat teduh adalah biasanya minimal sekitar 10-20 menit saja. Waktu 10-20 menit jelas tidaklah terlalu lama. Yach… bandingkan saja dengan waktu yang anda pakai untuk membaca koran, membaca komik atau novel, atau bahkan menonton TV. Jelas lebih dari 20 menit sehari kan?!? Jika kita tidak memiliki kebutuhan untuk berdoa kepada Tuhan dalam waktu yang lama pagi itu, maka mungkin waktu yang diperlukan tidak lebih dari 10-20 menit.
Biasanya kita akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bersaat teduh ketika ada banyak hal yang sedang kita hadapi dalam hidup kita, yang membuat hati kita menjadi berat, dan kita ingin mengsharingkannya kepada Tuhan dalam saat teduh kita. Namun, anda pasti akan menikmati saat teduh anda seberapa waktu pun yang anda pakai kalau anda benar-benar bersaat teduh bersama Allah dan menjalin hubungan yang akrab dengan Tuhan.

F. Mengatasi Kejenuhan Bersaat Teduh
Sebagai seorang manusia, memang ada saat-saat di mana kita bisa merasa bosan atau mungkin lebih tepatnya jenuh. Hal itu adalah sesuatu yang alami (natural – bukan wajar). Ada banyak cara yang dapat kita terapkan saat kita menjadi bosan ketika melaksanakan saat teduh. Ada satu buah buku karangan Pam Farrel, berjudul “Cara Kreatif Bertemu Allah” yang mungkin dapat membantu ada mengatasi kebosanan bersaat teduh dengan cara-cara yang kreatif untuk melaksanakan saat teduh.
Banyak hal praktis yang dapat anda lakukan untuk membantu anda kembali menikmati saat teduh anda. Misalkan bila anda merasa terlalu banyak pekerjaan di malam hari dan akhirnya kelelahan di pagi hari, tubuh kaku, dan sakit leher, anda dapat bersaat teduh sambil minum segelas (atau dua gelas) teh. Bisa juga sebelum anda bersaat teduh, pertama-tama anda memutar kaset musik bersemangat atau musik santai (awas ketiduran lagi!!!). Dalam buku “Cara Kreatif Bertemu Allah” yang telah saya sebutkan di atas, ada banyak cara praktis lagi yang dapat anda temui.
Yang terpenting adalah apabila anda mulai merasa jenuh bersaat teduh, cobalah cek kembali apakah anda bersaat teduh bersama Allah atau jangan-jangan Tuhan tidak lagi anda undang ke dalam saat teduh anda. Mungkin ada dosa yang anda sembunyikan dari-Nya. Dosa yang tidak anda akui atau anda belum sadari sudah pasti mengganggu hubungan anda dengan Allah yang kudus. Bila anda telah menyadari dosa anda, akuilah itu di hadapan Tuhan dan mintalah pengampunan dari-Nya, Allah yang penuh kasih setia.
Atau mungkin anda memiliki perasaan kecewa yang tidak anda utarakan kepada Tuhan secara jujur. Seringkali ketika merasa kecewa kepada Tuhan, kita tidak lagi mau mendengarkan suara Tuhan. Seakan-akan jika ini adalah suatu persidangan, anda tidak membiarkan Allah membela diri-Nya, menyatakan kebenarannya kepada anda. Anda merasa kecewa dan langsung saja mencap Tuhan bersalah (padahal Ia TIDAK pernah bersalah). Adilkah itu? Maukah anda tanpa diadili, tanpa diberi kesempatan untuk membela diri, langsung diputuskan bersalah oleh seorang hakim?
Jika yang anda hadapi adalah masalah hati, maka cara kreatif apapun tidak akan membawa anda untuk bertemu dengan Allah. Adalah sangat penting untuk bersikap jujur di hadapan Allah, menceritakan semuanya kepada Dia. Tuhan Yesus melakukannya, pemazmur melakukannya, Ayub, Abraham, Musa, Paulus dan semua orang yang memiliki hubungan yang erat dengan Tuhan melakukannya. Mereka bersikap jujur di hadapan Tuhan. Dan hanya jika kita bersikap jujur di hadapan Allah, maka perkataan yang dikatakan oleh Tuhan kepada Paulus dapat kita alami dan amini, yakni perkataan “Dalam kelemahanlah, kuasa-Ku menjadi sempurna.” (2 Kor 12:9). Dan seperti yang dikatakan oleh penulis kitab Ibrani dalam Ibrani 11:34, dalam kelemahan kita, kita akan memperoleh kekuatan dari Tuhan jika kita bersikap jujur kepada Tuhan dan berpegang pada iman kita kepada Kristus. Amin.

About these ads

Tag: , ,

8 Tanggapan to “Saat Teduh: Apa dan Bagaimana?”

  1. Rafles Says:

    Artikel yang bagus, sungguh mengugah hati. Selam ini memang saya akui saya sangan jarang melakukan saat teduh, kadang saya melakukannya tapi hanya sementara saja dan hari-hari berikut nya sudah tidak melakukannya lagi.

    Setelah membaca artikel ini, saya akan berusaha untuk berkomitmen melakukan saat teduh setiap hari. Muda-mudahan dapat saya lakukan. Terimakasih atas tulisannya.

  2. Lukas Onggo Wijaya Says:

    Senang bisa jadi berkat buat Rafles.. Gbu more..

  3. Gregorius Says:

    Pemahaman yang sungguh memberi arti penting dalam perjalanan hdup saya dalam menyelami saat teduh. Saya sangat merekomendasikan tema-teman untuk membaca artikel ini. Tuhan Memberkati.

  4. martin Says:

    terima kasih atas artikelnya. tapi kalo sudah berkeluarga atau mezbah keluarga bagaimana? apalagi saya punya anak kecil yang aktif, jadi setiap kami bersaat teduh pagi, ada saja halangan dari sikecil jadi tidak bisa fokus. lalu kalo bagaimana cara merenungkannya kalo kami berdua. selama 1 bulan ini yang kami lakukan adalah bernyanyi, menyembah, doa untuk firman, membacakan renungan dan sedikit alkitab dan berdoa syafaat dan selesai itupun sudah 1 jam. apa itu salah? apa ada cara yang lain. terima kasih

    • Lukas Onggo Wijaya Says:

      tidak salah pak Martin.. berapa lama anda bersaat teduh, tidak pernah ada patokan standar.. selama anda menikmati saat teduh anda bersama Tuhan, seberapa lama pun oke..

      Anak anda bisa diajak duduk bersama atau dipeluk seperti biasa.. tidak apa2 dia sedikit aktif.. memang untuk bisa fokus adalah latihan mental.. tetapi saat teduh juga tidak berarti harus benar2 khusyuk, tenang, tanpa kebisingan.. yang paling penting adalah ketenangan dalam hati, bukan situasi kondisi.. jadi tidak apa2, sambil bercanda dengan anak, mengajak dia menyanyi bersama, dan memeluk dia..

      Jika anda berdua, saya menyarankan merenungkan firman sendiri-sendiri, lalu sharing bersama secara singkat, apa yang anda berdua masing-masing dapatkan.. sehingga saling memberkati..

      semoga bisa menjadi berkat. Gbu..

    • Fati Gea Says:

      Pak Martin. Saya cuma mau sharing pengalaman ke bapak mengenai saat teduh ,mudah-mudah bisa bermanfaat.
      Saya memiliki saat teduh tiap hari pada jam 3 pagi,dan banyak hal yang menghalangi termasuk ngantuk dll. tapi saya lakukan beberapa hal sbb;
      1.Yang saya lakukan adalah, sebelum tidur saya tetap mendoakan agar dapat bersaat teduh pagi esok dan diberi kesegaran dan dibuang segala rasa kantuk.
      2. Ketika saya bersaat teduh bersama istri dimana anak yang masih kecil yang kebetulan selalu bangun jam 3 pagi ,sebelum bersaat teduh kami bagi tugas, salah satu harus mendoakan anak agar diberi tidur yang lelap sepanjang bersaat teduh dan hal ini dapat kami lakukan bertahun-tahun. Jika dalam saat teduh anak terbangun salah satu dari kami menghandel dan terus bersaat teduh hingga anakpun terlelap kembali.
      3. Percayalah bahwa bila kita mempunyai niat bersaat teduh,Tuhan pasti selalu menolong.
      God bless you all.

  5. Ependi Sembiring Says:

    Saya cukup tertarik dengan saat teduh yang disampaikan melalui artikel ini, saya sdah lama merencanakan dengan keluarga supaya dapat melaksanakan saat teduh dipagi hari, sebelum saya berangkat kerja, anak-ank pergi kesekolah, ada-ada aja yang membuat belum terlaksana samapi saat ini. bila ada trik-trik yang dapat disampaikan agar saat teduh tsb dapat terlaksana mohon disampaikan, sekali lagi saya ucapkan terma kasih.

  6. Dorce Beslar Says:

    makasih ntuk penjelasannya moga TUHAN YESUS menolong saya ntuk mulai mempraktekkannya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: