Naskah Khotbah – Untuk Orang-orang yang ingin menangis dan kelelahan

tired_bear

Pendahuluan

Pernahkah anda karena sangat sedih, lalu menangis, menangis, dan kemudian berhenti menangis, bukan karena anda sudah tidak sedih lagi, tetapi karena sudah tidak kuat lagi menangis?

 Pernahkah anda begitu lelah, sampai berkata saya sudah kelelahan , tidak kuat lagi, butuh istirahat dulu? 

Kalimat Peralihan

Bagaimana sebenarnya Tuhan memandang orang-orang yang kelelahan dan dalam kesedihan mendalam? 

Malam ini perlu mengenal 2 tempat dalam Alkitab, yaitu Ziklag dan Sungai Besor. Baca 1 Samuel 30:1-10, 21-24.

 

Isi

1.   Ziklag: Tempat menangis…

Daud punya cukup banyak masalah dan banyak kelemahan.  Setelah ia meninggalkan daerah Israel, keluarganya tidak memerdulikannya, istrinya Mikhal telah meninggalkan dia dan menikah dengan laki-laki lain, Raja Saul ingin membunuhnya, Nabi Samuel yang ia sangat kasihi baru saja meninggal, sekarang ia tinggal di negeri asing.  Dan sekarang para pasukannya juga ingin membunuh dia karena kecewa (ay. 6).  Ini adalah masa terlemah Daud.

 Kita selama ini mengenal Daud sebagai orang yang mengalahkan Goliat, sang raksasa, tetapi kurang mengenal Daud yang pernah menangis putus asa.  Kita mengenal Daud yang penuh iman kepada Tuhan, tetapi akhir2 ini, iman Daud menjadi lemah.  Ia berbohong kepada hamba Tuhan, seorang imam di Nob.  Ia menjadi sangat takut kepada raja asing, lupa akan Tuhan, dan berpura-pura menjadi orang gila.  Sudah cukup lama Daud tidak lagi mengingat Tuhan.  Kalimat seperti “kemudian Daud bertanya kepada Tuhan”, sudah lama tidak kedengaran.  Ketika ia memutuskan untuk menjadi hamba dari raja asing demi makanan pada pasal 27, ia tidak lagi bertanya kepada Tuhan.  Dan puncaknya, Raja asing itu pun akhirnya tidak mempercayai Daud lagi.  Ia disuruh pulang dengan hati kecewa ke rumahnya di Ziklag, dan di Ziklag ia menemukan semua rumah sudah terbakar dan anak istri mereka sudah di tawan musuh. 

 Jika anda menjadi Daud, tidakkah anda ingin menangis?  Jika begitu banyak hal buruk terjadi, tidakkah anda ingin menangis? Tetapi, ketika semua sudah menjadi buruk, Daud baru teringat kembali kepada Tuhan.  “Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan” — Saya sendiri pernah mengalami hal-hal buruk, yang akhirnya membuat saya menangis dan akhirnya juga menyadari, “wah, saya perlu ingat Tuhan lagi.  Tuhan mesti jadi yang pertama dan terutama.  Saya perlu kembali menguatkan kembali kepercayaan kepada Tuhan”.

Dan apakah diizinkan kita menangis saat sedih?  Tentu.  Bahkan Pengkhotbah 7:3 mengatakan bahwa sedih hati, menangis diperlukan untuk memulihkan hati.  Tentu kita diizinkan saat sedih untuk menangis, tetapi yang penting adalah setelah kita bersedih, setelah kita menangis, menangis, dan tidak kuat lagi menangis, marilah kita menguatkan kembali kepercayaan kita kepada Tuhan. 

 Banyak orang sebenarnya perlu menangis, tetapi menahan diri, akhirnya emosi hatinya menjadi tidak karuan dan menjadi luka bukan hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi orang lain di sekitarnya.  Karena itu, lebih baik menangislah saat anda perlu untuk menangis.  Jangan gengsi, jangan terlalu harga diri.. daripada melukai.

 2.  Sungai Besor: Tempat orang-orang lelah..

Bagaimana pandangan anda terhadap orang-orang yang kelelahan?  Apakah anda juga pernah merasa sangat lelah, sampai benar-benar meminta untuk beristirahat dulu?  Di dalam gereja ada banyak sekali orang-orang yang kelelahan.  Dan kelelahan di dalam gereja, karena pelayanan misalnya, seringkali dianggap sebuah kesalahan.  Ada pujiannya juga “jangan lelah bekerja di ladang-Nya Tuhan”, saya dari dulu selalu bertanya akan pujian ini, “memangnya kalau kelelahan pelayanan itu dosa???”  Tetapi saya yakin pujian ini tidak bermaksud begitu, pujian ini bermakna memberikan semangat kepada kita.

 Tetapi jujur kita ini manusia?  Menjadi lelah, dan perlu mengambil waktu untuk beristirahat bukanlah sebuah kesalahan.  Hal ini kita pelajari di Sungai Besor.  Daud mengizinkan 200 orang yang kelelahan untuk beristirahat di Sungai Besor. 

Masalah kemudian timbul, setelah Daud dan 400 orang memenangkan peperangan.  Bukan hanya anak dan istri yang terselamatkan, tetapi mereka juga mendapat harta jarahan.  Mulailah beberapa orang berkata, “karena mereka tidak ikut pergi berperang, maka mereka tidak boleh mendapat bagian” – dan firman Tuhan mencatat mereka sebagai orang yang jahat (ay. 22).  Daud yang kembali mengingat Tuhan, meluruskan hal ini dengan berkata, “Tuhanlah yang memenangkan pertempuran untuk kita, itu bukan hasil usaha kita sendiri.  Jangan jadi sombong karena menang perang.  Oleh karena itu, maka orang yang beristirahat mendapat bagian yang sama dengan orang yang pergi berperang.”.  Bukankah ini luar biasa??

Bagi Daud, dan bagi Tuhan, Orang yang pergi berperang dengan orang beristirahat karena kelelahan mendapatkan bagian yang sama, berkat yang sama.  Tuhan menghargai orang-orang yang kelelahan, Tuhan mengizinkan kita beristirahat apabila anda lelah.  Dan berkat bagi mereka, sama bagiannya.

 Penutup

Tuhan mengizinkan kita menangis, karena menangis dapat memulihkan, menjernihkan hati kita.  Tuhan mengizinkan kita beristirahat ketika kelelahan, karena memang diperlukan beristirahat.  Bahkan Tuhan memerintahkan agar kita mengambil waktu untuk beristirahat.  Jadi, ketika anda sedih, menangislah.. Ketika anda kelelahan, beristirahatlah.. Tuhan menghargainya.  Dan Tuhan memberkatinya..

Tag: , , , , ,

Satu Tanggapan to “Naskah Khotbah – Untuk Orang-orang yang ingin menangis dan kelelahan”

  1. allen isege Says:

    nda adajhi …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: