Naskah Khotbah – Kebenaran tentang Iblis

Juli 17, 2010

Pendahuluan

Iblis itu ada.  Kita harus memulainya dari mengerti fakta tentang ini dahulu.  Jika saudara belum percaya bahwa iblis ada, maka percayalah bahwa dia ada.  Karena Alkitab mengajarkan dia ada.  Iblis itu ada dan dia selalu berusaha untuk menjauhkan manusia dari mengenal Tuhan.

Biasanya tanggapan terhadap keberadaan Iblis adalah kita menjadi takut atau kita mengacuhkannya.  Bodoh amat iblis ada, yang penting dia tidak ganggu aku.  Aku juga tidak pernah berhubungan dengan iblis dengan cara pergi ke dukun, meramal, atau sebagainya.  Atau kita menjadi takut.  Kedua tanggapan ini adalah salah.  Setiap anak Tuhan perlu mengetahui bahwa iblis itu ada dan kita perlu menanggapinya dengan serius, tetapi tidak perlu menjadi takut.

Kalimat Peralihan

Untuk bisa mengalahkan musuh secara efektif, maka kita perlu untuk mengenal musuh kita dengan baik.  Maka hari ini saya akan bicara tentang apa yang firman Tuhan katakan mengenai iblis.  Inilah kebenaran tentang iblis berdasarkan firman Tuhan:

Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

(Yohanes 8:44)

Baca entri selengkapnya »

Renungan Khusus untuk Para Pelayan Tuhan

Juni 26, 2009

ga090616

2 Korintus 6:1-10

Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima.

 Sebab Allah berfirman:  “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau,  dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau.”  Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu.

 Dalam hal apa pun kami tidak memberi sebab orang tersandung, supaya pelayanan kami jangan sampai dicela.

 Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu:

  1. dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran,
  2. dalam menanggung dera,
  3. dalam penjara dan kerusuhan,
  4. dalam berjerih payah,
  5. dalam berjaga-jaga dan berpuasa;
  6. dalam kemurnian hati,
  7. … pengetahuan,
  8. … kesabaran, dan
  9. … kemurahan hati;
  10. dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik;
  11. dalam pemberitaan kebenaran dan
  12. … kekuasaan Allah; dengan menggunakan senjata-senjata keadilan untuk menyerang ataupun untuk membela
  13. ketika dihormati dan
  14. ketika dihina;
  15. ketika diumpat atau
  16. ketika dipuji;
  17. ketika dianggap sebagai penipu, namun dipercayai,
  18. sebagai orang yang tidak dikenal, namun terkenal;
  19. sebagai orang yang nyaris mati, dan sungguh kami hidup;
  20. sebagai orang yang dihajar, namun tidak mati;
  21. sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita;
  22. sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang;
  23. sebagai orang tak bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu.

Sudahkah kita menggenapinya? God bless us…

Naskah Khotbah – Bijaksana Berelasi

Mei 29, 2009

ga071109

Pendahuluan

Di dalam hidup ini, kita menemukan berbagai macam, jenis, orang.  Ada orang yang begitu menyenangkan.  Ada yang begitu memberikan inspirasi bagi kita.  Ada juga yang begitu luar biasa membuat pusing tujuh keliling. 

Banyak masalah sebenarnya timbul karena kita mengalami konflik dengan orang lain.  Dan ketika relasi kita dengan orang lain tidak baik, hidup menjadi tidak menyenangkan.  Kalaupun kita sedang senang hati, tiba-tiba melihat dia lagi, langsung suasana hati kita berubah.  Hidup menjadi tidak menyenangkan.  Oleh karena itu, adalah sangat penting bagi untuk belajar bagaimana bisa membangun relasi yang baik dengan orang lain. 

 Intinya, sebenarnya adalah kembali ke hukum tabur tuai.  Apa yang kita tabur itulah yang kita tuai.  Demikian juga halnya dengan relasi kita dengan orang lain.  Yakobus 3:18 (BIS) mengajarkan “memang kebaikan adalah hasil dari benih damai yang ditabur oleh orang yang cinta damai!”, dan ketika kita menabur damai, yang akan kita panen adalah relasi yang damai dengan orang lain. 

 Sesungguhnya setiap hari dalam relasi kita dengan orang lain, kita menabur benih.  Ada yang menabur benih kemarahan, iri hati, egois; ada juga yang menabur benih damai, kemurahan.  Saudara mau memanen apa dalam relasi saudara, tergantung dari benih seperti apa yang saudara tabur.

 Kalimat Peralihan

Hidup adalah pilihan.  Kita melihat pilihan itu ada setiap hari.  Sekarang semua tergantung bagaimana dengan kita.  Maukah kita menabur benih damai?  Bagaimana caranya agar kita bisa menabur benih damai?  Firman Tuhan berkata: dengan memiliki hikmat.  Mari kita membaca dari Yakobus 3:14-17. Baca entri selengkapnya »

Ilustrasi – Bersedia Di Kritik

Mei 22, 2009

ga090520

Suatu kali, seorang pendeta muda berkhotbah untuk pertama kalinya. Setelah ia selesai berkhotbah, di salamin oleh seorang pendeta senior. Pendeta senior ini berkata, “Nak, tadi khotbah kamu sangat jelek”. Pendeta muda ini, belajar untuk bersedia diberikan masukan, bertanya, “Kenapa bisa jelek pak?” Pendeta senior tersebut menjawab, “ada 3 alasan mengapa khotbahmu jelek. Pertama, karena kamu membawakannya dengan membaca naskah, Kedua, karena kamu membacanya dengan cara yang sangat buruk. Ketiga, karena naskahnya memang jelek”.

Pendeta senior ini pergi, datanglah seorang jemaat, berkata kepada pendeta muda ini, “Jangan dengarkan dia. Dia hanya mengulang, kritik yang dia selalu denger dari jemaatnya sendiri setiap minggu”.

Artinya, pendeta senior ini mau mengkritik orang, tetapi tidak pernah bersedia dikritik. Itulah kebodohan. Amsal 12:15 (BIS) berkata “Orang dungu merasa dirinya tak pernah salah, tapi orang bijaksana suka mendengarkan nasihat”

Naskah Khotbah – Untuk Orang-orang yang ingin menangis dan kelelahan

Mei 15, 2009

tired_bear

Pendahuluan

Pernahkah anda karena sangat sedih, lalu menangis, menangis, dan kemudian berhenti menangis, bukan karena anda sudah tidak sedih lagi, tetapi karena sudah tidak kuat lagi menangis?

 Pernahkah anda begitu lelah, sampai berkata saya sudah kelelahan , tidak kuat lagi, butuh istirahat dulu? 

Kalimat Peralihan

Bagaimana sebenarnya Tuhan memandang orang-orang yang kelelahan dan dalam kesedihan mendalam?  Baca entri selengkapnya »

Khotbah – Allah yang Memberikan Jubah-Nya

April 9, 2009

ga090408

Pendahuluan
Dari sekian banyak hal yang Tuhan berikan kepada kita dalam peristiwa penyaliban, Allah juga memberikan jubah-Nya. Baca Yohanes 19:23-24.
Bagian ini adalah bagian yang jarang sekali dikhotbahkan. Hari ini saya ingin mengajak kita bersama-sama merenungkan bagian ini, yaitu mengenai “Allah yang Memberi Jubah-Nya untuk Kita”

Mengapa saya berkata “Allah memberikan jubah-Nya”. Karena Allah tidak terpaksa melakukan semua ini. Tuhan Yesus tidak terpaksa untuk dipakukan di salib, Ia tidak dipaksa untuk dicambuk, karena dari awalnya Tuhan Yesus tidak dipaksa untuk ditangkap. Jika Tuhan Yesus ingin bebas dari penangkapan dan penyaliban, Ia dapat melakukannya (lihat Matius 26:53). Tuhan Yesus mengizinkan semuanya terjadi. Ia memberikan dirinya sendiri untuk dipaku di salib, tidak karena terpaksa.

Kalimat Peralihan
Mengapa Allah perlu memberikan jubah-Nya? Mengapa peristiwa ini begitu penting sehingga perlu dicatat bahkan telah dinubuatkan akan terjadi? Baca entri selengkapnya »

Saat Teduh: Apa dan Bagaimana?

Maret 2, 2009

pray03

A. Apa itu Sa-Te?
Saat teduh adalah saat di mana kita benar-benar menyediakan waktu secara khusus dan fokus untuk berkomunikasi dengan Allah, melalui perenungan firman Tuhan dan doa Saat teduh adalah saat di mana kita benar-benar datang kepada Tuhan dan berkata secara bertanggungjawab, “Inilah aku Tuhan. Saya siap untuk mendengarkan Engkau berbicara kepada anakmu ini.”

Mengapa saya mengatakan bahwa saat teduh adalah waktu secara khusus dan fokus?

Pertama, kita harus benar-benar menyediakan waktu secara khusus untuk bersaat teduh. Kita bukannya menyelipkan waktu untuk bersaat teduh: saat kita sedang tidak ada pekerjaan pada pukul 2 siang di rumah atau di kantor, saat kita masih memiliki sedikit waktu atau masih sempat untuk bersaat teduh karena hari ini tidak bangun kesiangan – jika tidak sempat ya sudah, berarti “pass” untuk hari ini, atau jika pada malam hari kita sedang merasa tidak terlalu lelah dan tidak ada film yang bagus untuk ditonton di TV. TIDAK!!!! Kita harus berdisiplin. Kita harus telah secara khusus menyediakan waktu untuk saat teduh. Dan tidak boleh ada badai apapun yang boleh menghalangi kita untuk tetap setia pada janji akan waktu untuk bersaat teduh. Bahkan, ada satu ungkapan yang mengatakan “no bible, no breakfast”. Wow… ! Jika memang harus begitu, berapa banyak dari kita yang akan celaka karena kelaparan yach.

Kedua, kita harus fokus. Kita harus meletakkan semua permasalahan kita, semua keluh kesah kita, semua keberatan kita dalam doa sebelum kita memulai untuk bersaat teduh. Menjadi seperti Maria, yang duduk diam di kaki Yesus. Jika kita masih berpikir untuk harus menelpon si A nanti pagi ini, atau harus memasak air untuk mandi pagi ini, atau masih memikirkan tentang daftar tugas-tugas yang harus diselesaikan hari ini, berarti kita belum terfokus.

Mulailah dengan doa. Letakkan semua kelemahan kita di hadapan-Nya. Katakan dengan jujur keadaan kita hari ini pada Dia yang setia, yang mengerti isi hatimu yang terdalam. Beritahu Dia bahwa pagi ini kita bangun dengan kepala yang sakit, leher yang kaku, atau hal lainnya. Mintalah Dia untuk membimbing kita pada renungan hari ini, mintalah iluminasi (=penerangan) Roh Kudus agar kita dapat mengerti secara jelas firman Tuhan hari ini, mintalah agar kita memiliki hati yang mau mendengar dan juga taat kepada firman Tuhan.

B. Mengapa Bersaat Teduh? Baca entri selengkapnya »

Games – Sambung Kata

Februari 18, 2009

ga0901151

Permainan ini mengajarkan konsentrasi, dan meniru permainan nyanyian “kosong-kosong, kosong-kosong, kosong-kosong sekarang, sekarang kosong apa, kosong apa sekarang.  Kosong botol…”.

Pakailah sebuah bola kecil (bisa juga gulungan kertas), orang pertama haruslah di undi.  Lalu orang pertama berkata  “satu kata”, melemparkan bola kepada pemain lain (secara acak), dan pemain yang dilempar tersebut haruslah menyambung kata tersebut.. dan demikian seterusnya..

Contoh: orang pertama “pohon”, lalu melempar bola ke pemain kedua (siapa saja),

orang kedua menyambung kata “pohon besar” lalu melempar lagi ke pemain yang lain,

orang ketiga menyambung kata “besar suara” lalu melempar lagi ke pemain yang lain,

orang keempat menyambung kata “suara bayi” dan demikian seterusnya.

Pemain yang tidak bisa menyambung kata, dia yang kalah.   Kata yang tidak boleh pakai adalah “sangat, sekali”.

Naskah Khotbah – Pelajaran dari Tulah Pertama

Februari 17, 2009

CB055216

Pendahuluan
Saudara-saudara yang dikasihi oleh Kristus, apakah anda tahu berapakah lamanya seorang manusia dapat tetap bertahan hidup walaupun ia tidak makan sesuatu apapun dan hanya dengan minum air? Dan apakah saudara-saudara tahu, berapakah lama seorang manusia dapat berhidup hidup tanpa meminum air sama sekali? Menurut buku yang saya baca, seorang manusia dapat bertahan hidup tanpa makan (dan dengan hanya minum air) selama kurang lebih satu bulan. Tetapi tanpa minum air, manusia hanya dapat bertahan hidup selama kurang dari tiga hari.

Misalkan, saat ini saudara-saudara mau dihukum oleh Tuhan selama tujuh hari; dan Tuhan memberikan kepada saudara-saudara dua pilihan hukuman: menarik semua makanan yang anda miliki atau menarik semua air minum yang anda miliki; manakah hukuman yang anda akan pilih? Saya percaya pasti kita akan memilih dan memohon agar Tuhan menarik makanan yang kita miliki saja, tetapi jangan menarik air minum yang kita miliki. Jika Tuhan sampai menghukum kita dengan menarik air minum yang kita miliki, maka pasti Tuhan sedang benar-benar serius dengan maksud dan tujuan-Nya.   Baca entri selengkapnya »

Games – Aksi (=Peristiwa) dan Reaksi

Januari 14, 2009

ga0901141

Aksi (= Peristiwa) dan Reaksi Buatlah beberapa lembar kertas dengan satu peristiwa tertulis masing-masing di dalamnya (misalkan: memenangkan uang seratus juta rupiah), dan masukkan ke dalam amplop atau kantong.

Satu atau dua orang pemain dari kelompok, maju ke depan mengambil salah satu kertas permainan tersebut, dan si pemain harus bereaksi terhadap peristiwa tersebut dengan menggunakan ekspresi wajah, sikap tubuh, dan kata-kata – tanpa boleh mengucapkan ”memenangkan uang seratus juta rupiah”.

Sementara itu pemain lainnya mencoba menebak apa yang baru saja terjadi. Contoh-contoh peristiwa yang dapat dipakai:

1. Menang undian 100 milyar

2. Mendapat tagihan utang 100 milyar

3. Jatuh cinta

4. Tiba-tiba dikejar oleh seekor anjing besar

5. Di keluarkan (drop out) dari sekolah

6. Ada bom meledak

7. Gempa bumi

8. Habis lari keliling 8x lapangan sepakbola

9. Bangun terkejut karena bunyi weker nyaring


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.