Khotbah – Satu Suara yang Membawa Perubahan

pemilu

Pendahuluan
Drama: Berbagai alasan buruk yang membuat kita malas ikut serta dalam pemilu (malas, pesimis, politik itu kotor).

Kalimat Peralihan
Sebentar lagi, kota kita akan mengadakan pemilihan langsung kepala daerah. Ada banyak alasan buruk yang membuat kita menjadi malas mengikuti pemilu. Tetapi bagaimana pendapat Tuhan mengenai hal ini? Mari kita membaca Yeremia 29:7.

Isi: Satu Suara yang Membawa Perubahan.
1. Dalam pemilu: “Usahakanlah kesejahteraan kota”.
Ketika firman Tuhan berkata, “usahakanlah”, kata “usahakanlah” itu bersifat aktif. Kita harus secara aktif melakukan sesuatu untuk kesejahteraan kota kita. Tuhan tidak pernah menginginkan kita hanya duduk diam menikmati kota kita, tanpa keikut-sertaan kita untuk mengusahakan yang terbaik bagi kota tempat tinggal.

Lalu, bagaimana caranya??? Apa yang dapat kita lakukan untuk mengusahakan kesejahteraan kota kita???

Salah satunya adalah dengan mengikuti pemilu, pilkada. Kita, sebagai orang Kristen harus mengikuti pemilu. Kalau kita memang sudah terdaftar sebagai pemilih, kita harus ikut serta dalam pemilu.

Apa hubungannya mengikuti pemilu dengan kewajiban kita untuk mengusahakan kesejahteraan kota kita secara aktif?

Sebuah kota sejahtera atau tidak sejahtera, sangat tergantung kepada siapa yang memimpinnya. Mengikuti pilkada berarti kita secara aktif mengusahakan kesejahteraan kota kita, dengan cara ikut memilih pemimpin mana yang menurut kita dapat membawa kesejahteraan dan kebaikan bagi kota kita tercinta ini.

Alasan-alasan mengapa kita tidak mau ikut memilih?
a. Sikap Malas.
Tuhan tidak mengizinkan kita memiliki sifat malas dalam hal apapun, termasuk dalam hal ikut pilkada.

b. Sikap Pesimis: Pilih dak pilih, rasanya sama saja, tidak ada perubahan.
Ilustrasi: Menamai seorang anak “tolol”. Akankah dia jadi pintar kalau sudah besar??? Kalau dia tidak menjadi pintar, tidak heran, sebab kita telah mengutukinya sejak kecil dengan memanggilnya “tolol”. Hanya ada satu hasil dari sikap pesimis, yaitu kerusakan.

Dengan sikap pesimis kita, “sudahlah tidak akan ada perubahan”, maka kita sudah mengutuki kota ini. Kalaupun ada perubahan ke arah lebih baik, kita akan menjadi buta, kita tidak akan mampu melihatnya, dan tidak akan ikut menikmati perubahan tersebut.

Sikap pesimis juga menunjukkan ketidak-adaan iman. Tidakkah kita masih percaya bahwa Tuhan kita yang Maha Baik itu mampu dan mau membawa perubahan dan kebaikan bagi kota tempat tinggal kita ini??? Tidakkah kita yakin bahwa Tuhan yang sangat baik kepada kita, anak-anak-Nya, juga rindu membawa kesejahteraan bagi kota ini??? Yang Tuhan ingin kita lakukan adalah kita melakukan bagian kita, dan Tuhan akan melakukan bagiannya.

c. Anggapan politik itu kotor dan penuh dosa. Itu dunia gelap. Kita anak-anak Tuhan, anak-anak terang tidak boleh ikut dalam dunia yang gelap.
Ada satu Paradoks, ada satu hal yang saling bertentangan di sini, yaitu di saat kita yang mengaku sebagai orang Kristen yg mau jadi garam dan terang, tetapi kita tidak mau masuk ke area yang benar2 hitam untuk menjadi terang yang sesungguhya, di mana di sana terang menjadi berguna. Terang bergabung dengan terang, tidak akan membawa perubahan apa-apa di tempat-tempat gelap. Terang akan menjadi sangat berguna, ketika berada di tengah kegelapan.

Yang ironis adalah sementara kita, anak-anak Tuhan, tidak mau ikut dalam dunia politik yang gelap, tetapi ketika ada larangan pendirian gereja, pembakaran gereja, penyembelihan orang Kristen, Gereja/anak Tuhan seolah kebakaran jenggot dan ramai2 baru ribut soal politik, padahal kita tidak berada di sana membawa pengaruh apa-apa.

Alasan mengapa kita tidak boleh golput?
Anggap saja, misalkan…. dari 2 calon, bagi kita dua-duanya buruk. Apakah itu berarti: “ya sudahlah, saya golput saja. Tidak ada yang bisa dipilih”. Saya yakin, pasti salah satu ada yang lebih baik dari yang lain. Ada yang buruk, ada yang lebih buruk. Setidaknya dengan ikut serta dan memilih yang lebih baik, kita mungkin tidak mendukung dia, tetapi telah berusaha mencegah calon yang terburuk untuk menjadi pemimpin di kota ini dan mencegah dia membawa kerusakan bagi kota ini. Kalau kita golput, kita tidak mencegah calon yang terburuk menjadi pemimpin bagi kota ini.
_________________________________________

Pada akhirnya, tidak ada alasan apapun yang dapat kita pakai untuk membenarkan diri kita untuk tidak mengikuti pemilukada nanti Tetapi mungkin ada bertanya, benarkah satu suara dapat membawa perubahan??? Benar, dan saya sudah pernah mengalaminya secara langsung.
Ilustrasi: pemilihan senat STTB 2004.

2. Dalam doa: “Berdoalah bagi kota itu”
Seberapa sering kita berdoa untuk kota kita??? Percayakah kita suara kita di dalam doa berpengaruh?

Ilustrasi:
Dalam suatu kejadian perang di Korea, ada seorang tentara Amerika tertembak dan jatuh di suatu tempat. Tentara yang luka ini mengerang-ngerang kesakitan, tetapi tidak ada tentara yang lain berani menolongnya, karena situasi yang berbahaya. Ada seorang tentara muda, yang sebentar-sebentar melihat pada jam tangannya. Ketika jam menunjukkan angka sembilan, maka tentara muda ini keluar dari persembunyiannya, lalu belari menuju kepada tentara yang terluka parah tersebut. Ia berhasil menyelamatkan tentara yang luka berat tersebut. Ketika komandan pasukan bertanya, kenapa tidak ada yang segera menolong? Lalu jawab tentara muda ini, Sebelum saya berangkat dari rumah, ibu saya berjanji, akan berdoa untuk saya setiap hari pada pukul 9.00 pagi.
— Berdoa sungguh memberikan pengaruh yang nyata bagi kehidupan kita.

Firman Tuhan berkata: “Doa orang benar, bila dengan yakin, sangat besar kuasa-Nya” (Yakobus 5:16b). Sesungguhnya benar apabila dikatakan bahwa doa-doa dan pujian-pujian kita kepada Allah “menyentuh surga, mengubah bumi” (touching heaven changing earth).

Maukah kita ikut berbagian dalam doa bersuara untuk kesejahteraan kota ini??? Firman Tuhan berkata, “Apabila umatKu, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka” (2 Tawarikh 7: 14).

Pendahuluan
Drama: Berbagai alasan buruk yang membuat kita malas ikut serta dalam pemilu (malas, pesimis, politik itu kotor).

Kalimat Peralihan
Sebentar lagi, kota kita akan mengadakan pemilihan langsung kepala daerah. Ada banyak alasan buruk yang membuat kita menjadi malas mengikuti pemilu. Tetapi bagaimana pendapat Tuhan mengenai hal ini? Mari kita membaca Yeremia 29:7.

Isi: Satu Suara yang Membawa Perubahan.
1. Dalam pemilu: “Usahakanlah kesejahteraan kota”.
Ketika firman Tuhan berkata, “usahakanlah”, kata “usahakanlah” itu bersifat aktif. Kita harus secara aktif melakukan sesuatu untuk kesejahteraan kota kita. Tuhan tidak pernah menginginkan kita hanya duduk diam menikmati kota kita, tanpa keikut-sertaan kita untuk mengusahakan yang terbaik bagi kota tempat tinggal.

Lalu, bagaimana caranya??? Apa yang dapat kita lakukan untuk mengusahakan kesejahteraan kota kita???

Salah satunya adalah dengan mengikuti pemilu, pilkada. Kita, sebagai orang Kristen harus mengikuti pemilu. Kalau kita memang sudah terdaftar sebagai pemilih, kita harus ikut serta dalam pemilu.

Apa hubungannya mengikuti pemilu dengan kewajiban kita untuk mengusahakan kesejahteraan kota kita secara aktif?

Sebuah kota sejahtera atau tidak sejahtera, sangat tergantung kepada siapa yang memimpinnya. Mengikuti pilkada berarti kita secara aktif mengusahakan kesejahteraan kota kita, dengan cara ikut memilih pemimpin mana yang menurut kita dapat membawa kesejahteraan dan kebaikan bagi kota kita tercinta ini.

Alasan-alasan mengapa kita tidak mau ikut memilih?
a. Sikap Malas.
Tuhan tidak mengizinkan kita memiliki sifat malas dalam hal apapun, termasuk dalam hal ikut pilkada.

b. Sikap Pesimis: Pilih dak pilih, rasanya sama saja, tidak ada perubahan.
Ilustrasi: Menamai seorang anak “tolol”. Akankah dia jadi pintar kalau sudah besar??? Kalau dia tidak menjadi pintar, tidak heran, sebab kita telah mengutukinya sejak kecil dengan memanggilnya “tolol”. Hanya ada satu hasil dari sikap pesimis, yaitu kerusakan.

Dengan sikap pesimis kita, “sudahlah tidak akan ada perubahan”, maka kita sudah mengutuki kota ini. Kalaupun ada perubahan ke arah lebih baik, kita akan menjadi buta, kita tidak akan mampu melihatnya, dan tidak akan ikut menikmati perubahan tersebut.

Sikap pesimis juga menunjukkan ketidak-adaan iman. Tidakkah kita masih percaya bahwa Tuhan kita yang Maha Baik itu mampu dan mau membawa perubahan dan kebaikan bagi kota tempat tinggal kita ini??? Tidakkah kita yakin bahwa Tuhan yang sangat baik kepada kita, anak-anak-Nya, juga rindu membawa kesejahteraan bagi kota ini??? Yang Tuhan ingin kita lakukan adalah kita melakukan bagian kita, dan Tuhan akan melakukan bagiannya.

c. Anggapan politik itu kotor dan penuh dosa. Itu dunia gelap. Kita anak-anak Tuhan, anak-anak terang tidak boleh ikut dalam dunia yang gelap.
Ada satu Paradoks, ada satu hal yang saling bertentangan di sini, yaitu di saat kita yang mengaku sebagai orang Kristen yg mau jadi garam dan terang, tetapi kita tidak mau masuk ke area yang benar2 hitam untuk menjadi terang yang sesungguhya, di mana di sana terang menjadi berguna. Terang bergabung dengan terang, tidak akan membawa perubahan apa-apa di tempat-tempat gelap. Terang akan menjadi sangat berguna, ketika berada di tengah kegelapan.

Yang ironis adalah sementara kita, anak-anak Tuhan, tidak mau ikut dalam dunia politik yang gelap, tetapi ketika ada larangan pendirian gereja, pembakaran gereja, penyembelihan orang Kristen, Gereja/anak Tuhan seolah kebakaran jenggot dan ramai2 baru ribut soal politik, padahal kita tidak berada di sana membawa pengaruh apa-apa.

Alasan mengapa kita tidak boleh golput?
Anggap saja, misalkan…. dari 2 calon, bagi kita dua-duanya buruk. Apakah itu berarti: “ya sudahlah, saya golput saja. Tidak ada yang bisa dipilih”. Saya yakin, pasti salah satu ada yang lebih baik dari yang lain. Ada yang buruk, ada yang lebih buruk. Setidaknya dengan ikut serta dan memilih yang lebih baik, kita mungkin tidak mendukung dia, tetapi telah berusaha mencegah calon yang terburuk untuk menjadi pemimpin di kota ini dan mencegah dia membawa kerusakan bagi kota ini. Kalau kita golput, kita tidak mencegah calon yang terburuk menjadi pemimpin bagi kota ini.
_________________________________________

Pada akhirnya, tidak ada alasan apapun yang dapat kita pakai untuk membenarkan diri kita untuk tidak mengikuti pemilukada nanti Tetapi mungkin ada bertanya, benarkah satu suara dapat membawa perubahan??? Benar, dan saya sudah pernah mengalaminya secara langsung.
Ilustrasi: pemilihan senat STTB 2004.

2. Dalam doa: “Berdoalah bagi kota itu”
Seberapa sering kita berdoa untuk kota kita??? Percayakah kita suara kita di dalam doa berpengaruh?

Ilustrasi:
Dalam suatu kejadian perang di Korea, ada seorang tentara Amerika tertembak dan jatuh di suatu tempat. Tentara yang luka ini mengerang-ngerang kesakitan, tetapi tidak ada tentara yang lain berani menolongnya, karena situasi yang berbahaya. Ada seorang tentara muda, yang sebentar-sebentar melihat pada jam tangannya. Ketika jam menunjukkan angka sembilan, maka tentara muda ini keluar dari persembunyiannya, lalu belari menuju kepada tentara yang terluka parah tersebut. Ia berhasil menyelamatkan tentara yang luka berat tersebut. Ketika komandan pasukan bertanya, kenapa tidak ada yang segera menolong? Lalu jawab tentara muda ini, Sebelum saya berangkat dari rumah, ibu saya berjanji, akan berdoa untuk saya setiap hari pada pukul 9.00 pagi.
— Berdoa sungguh memberikan pengaruh yang nyata bagi kehidupan kita.

Firman Tuhan berkata: “Doa orang benar, bila dengan yakin, sangat besar kuasa-Nya” (Yakobus 5:16b). Sesungguhnya benar apabila dikatakan bahwa doa-doa dan pujian-pujian kita kepada Allah “menyentuh surga, mengubah bumi” (touching heaven changing earth).

Maukah kita ikut berbagian dalam doa bersuara untuk kesejahteraan kota ini??? Firman Tuhan berkata, “Apabila umatKu, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka” (2 Tawarikh 7: 14).

Penutup
Satu suara sungguh dapat membawa perubahan. Suara setiap kita, melalui ikut dalam pilkada dan melalui doa, sungguh dapat membawa kesejahteraan bagi kota kita. Dan firman Tuhan hari ini mengajarkan kepada kita bahwa setiap orang percaya wajib mengusahakan kesejahteraan kota tempat tinggalnya. AMIN.

Satu suara sungguh dapat membawa perubahan. Suara setiap kita, melalui ikut dalam pilkada dan melalui doa, sungguh dapat membawa kesejahteraan bagi kota kita. Dan firman Tuhan hari ini mengajarkan kepada kita bahwa setiap orang percaya wajib mengusahakan kesejahteraan kota tempat tinggalnya. AMIN.

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: